Pentingnya Dokumentasi Bagi Pegiat Seni Tradisi



SAMARINDA. Hal yang istimewa dari kiprah maestro Sandima, Dr. Elansyah Jamhari, MA, adalah dokumentasi beliau yang sangat lengkap tentang perjalanan lebih dari 30 tahun dalam membina dan melestarikan Sandiwara Mamanda. Dokumentasi tersebut bukan hanya berupa teks, seperti naskah cerita, berita, buku, dan berbagai tulisan lainnya, tetapi juga foto serta video yang jumlahnya sangat berlimpah.

Hal ini tentu sangat membantu siapa pun yang ingin menulis karya tentang Sandima, termasuk saya, baik dalam mengulas sosok para pemain maupun kisah perjalanan mereka dalam berkarya. Khususnya grup Sandima FORMAT Kaltim, kiprah mereka di dunia kesenian tradisi begitu intens dan telah memanfaatkan berbagai media. Karena itu, jejak mereka, baik secara manual maupun digital, relatif mudah ditemukan dan ditelusuri.
Sultan Elansyah Jamhari maupun para pelaku Sandima lainnya juga begitu aktif memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan memublikasikan berbagai kegiatan mereka. Bukan hanya pementasan dan kegiatan besar, kegiatan latihan atau sekadar berkumpul di markas pun tidak luput dari dokumentasi. Dengan demikian, masyarakat dan para netizen dapat dengan mudah mengikuti perjalanan mereka dari waktu ke waktu.
Dari sisi akademik, berbagai hal tentang Sandima juga telah diteliti oleh banyak akademisi dari berbagai perguruan tinggi, bahkan hingga dari luar Kalimantan. Hal ini tentu semakin mengokohkan eksistensi Sandima sebagai sebuah kesenian yang masih hidup, berkembang, dan terus mendapat perhatian di Kota Tepian.
Demikian pula kerja sama dengan berbagai kalangan turut membuat informasi tentang Sandima, khususnya Sandima FORMAT, semakin luas penyebarannya. Peran lembaga penyiaran seperti TVRI dan RRI sangat terasa dalam perjalanan Sandima FORMAT selama ini.
Belum lagi keterlibatan berbagai instansi pemerintah, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, serta berbagai OPD lainnya. Semua itu memberikan pengalaman sekaligus membangun relasi yang semakin luas bagi kelompok Sandima binaan Elansyah Jamhari.
Ya, publikasi dan kolaborasi dengan berbagai kalangan memang sangat dibutuhkan dalam pengembangan sebuah kebudayaan. Sebab, kebudayaan bukan hanya milik budayawan atau seniman, melainkan milik masyarakat yang terejawantahkan melalui berbagai karya. Para seniman dan budayawan hanyalah pengawal dan pelestari yang secara intens mengurus dan merawatnya. Pada akhirnya, masyarakatlah yang menjadi subjek sekaligus objek dari kebudayaan itu sendiri.
Budaya beserta kesenian yang dihasilkannya hanya akan mampu eksis dan bertumbuh ketika masyarakat menerima, mencintai, dan turut menciptakan iklim yang nyaman bagi para seniman dan budayawan untuk terus berkarya dan melestarikannya. Karena itu, menjaga kebudayaan bukan hanya tugas mereka yang berada di atas panggung, tetapi juga tanggung jawab kita semua yang menjadi bagian dari masyarakat pendukungnya. (Abdillah Syafei)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.