WORKSHOP REGENERASI SANDIMA 2026 SUKSES, 50 PESERTA DALAMI SENI SANDIWARA MAMANDA

 


SAMARINDA – Upaya melestarikan sekaligus meregenerasi seni tradisional Sandiwara Mamanda (Sandima) terus dilakukan di Kota Samarinda. Hal ini diwujudkan melalui Workshop Regenerasi Sandima 2026 yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, siswa sekolah, praktisi teater hingga masyarakat umum. Workshop menjadi ruang pembelajaran sekaligus transfer pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda agar seni Sandima tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Sejumlah pemateri berkompeten turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut, yakni Elansyah Jamhari selaku Maestro Sandiwara Mamanda, Muoeran Gautama selaku Budayawan sekaligus Sekretaris Forum Aktualisasi Seni Tradisional (FORMAT) Kaltim, Abdillah Syafei selaku penulis dan jurnalis, Syofiansyah selaku Ketua Teater Mahakam sekaligus praktisi Sandima, serta Siti Rahmadaniah selaku Ketua Kuarsa Mahakam dan praktisi Sandima.

Kegiatan ini juga diisi sambutan dari Dr. Ibnu Araby, Ketua Dewan Kesenian Samarinda, dan Dr. Barlin Hadi Kesuma, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.

Workshop Regenerasi Sandima 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi penerus yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepedulian terhadap keberlangsungan seni tradisional daerah.

Melalui regenerasi yang berkelanjutan, Sandima diharapkan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Samarinda dan Kalimantan Timur, sekaligus mampu tampil relevan dan menarik bagi generasi masa kini. (ASYA)











Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.