Memuat Tanggal...
BREAKING NEWS
Sedang memuat berita terkini...

Kata Pengantar

Web Master April 15, 2022

 

Menerima naskah Sandima Mengukir Sejarah Samarinda yang disusun oleh saudara Abdillah Syafei ini tentu saja saya merasa sangat gembira. Betapa tidak, karena saya merupakan salah seorang yang terlibat dalam apa yang beliau tulis dalam buku ini. Perjalanan panjang kesenian tradisional khas Samarinda terutama yang dikembangkan oleh FORMAT juga merupakan perjalanan sejarah kehidupan saya sebagai seorang pelaku budaya.

Sejak mendirikan paguyuban seniman yang kami beri nama Format, singkatan dari Forum Aktualisasi Seni Tradisional Kalimantan Timur, saya bersama kawan-kawan seniman, termasuk bung Abdillah teramat banyak menghabiskan waktu, perhatian bahkan finansial untuk melestarikan kesenian ini.

Tentu ini tidak hanya semata-mata didasari oleh semangat berkesenian dalam konteks hiburan, namun juga lantara kami melihat di dalam kesenian inu banyak nilai-nilai positif yang bias diperoleh.

Nilai hiburan iya. Nilai budaya dan kearifan lokal iya. Namun ada nilai-nilai edukasi dan relijiusitas yang juga menjadi muatan kesenian ini. Bung Abdillah menyebutnya “dakwah”. Tentu bukan dakwah yang eksklusif namunlebih moderat serta universal.

Kami bukan ustadz dan ulama, kami hanyalah para pekerja seni. Namun kami juga ingin berbuat baik dengan menyampaikan nilai-nilai spiritual, menebarkan ajakan berbuat baik, dan mengingatkan sesame akan bahayanya perilaku-perilaku yang melanggar hokum agama maupun hokum Negara.

Pendek kata, kami memperjuangkan nilai-nilai kearifan local yang berpancasila dan tentunya dalam rangka memelihara kebhinekaan yang sudah menjadi ciri khas dan karakter bangsa, khsusnya masyarakat Kalimantan Timur. Dan lebih khusus lagi kearifan lokal k0ota Samarinda. Kota yang sekarang dicoita-citakan akan menjadi kota Pusat Peradaban.

 

Elansyah Jamhari